C-ETHERCHANNEL/BONDING DAN HSRP

 C-ETHERCHANNEL/BONDING DAN HSRP

oleh : Fariz Sahid Oktavian Al Fitra (promaker 40)

A. ETHERCHANNEL/BONDING

Menurut Rick Donato (2024) EtherChannel adalah teknologi agregasi tautan port atau arsitektur port-channel yang digunakan terutama pada switch Cisco. Teknologi ini memungkinkan pengelompokan beberapa tautan Ethernet fisik untuk membuat satu tautan Ethernet logis dengan tujuan menyediakan tautan berkecepatan tinggi dan toleransi kesalahan antara switch, router, dan server [1] .

Menurut Afroz Ahmad (2024) EtherChannel merupakan cara yang hebat untuk meningkatkan bandwidth, redundansi, dan kemampuan penyeimbangan beban dalam jaringan. Artikel ini akan membahas Apa itu EtherChannel , mengapa kita membutuhkannya, cara kerjanya, berbagai jenis dan mode EtherChannel, contoh konfigurasi, praktik terbaik, dan cara mengatasi masalahnya.

Citraweb (2015) Bonding adalah sebuah teknologi yang memungkinkan agregasi lebih dari satu interface ethernet dan menggabungkan kedalam satu link virtual sehingga kita akan mendapatkan troughput bandwith yang lebih besar.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan teknologi agregasi tautan port atau arsitektur port-channel yang digunakan terutama pada switch Cisco

KONFIGURASI


Pertama-tama yaitu buat topologi seperti pada gambar diatas, yaitu: 2 Switch 2960-24TT, dan 2 PC-PT, seperti gambar diatas.



Selanjutnya konfigurasi IP pada semua Client/PC yang digunakan, IP yang saya gunakan pada PC0 dan 1 adalah sebagai berikut :
PC0 : 192.168.10.1
PC1 : 192.168.10.2


Selanjutnya yaitu konfigurasi pada Switch0 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke switch0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Range fa0/1-3" (int range fa0/1-3) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "switchport mode trunk" untuk mengubah port tersebut menjadi mode trunk
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi pada Switch1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke switch1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Range fa0/1-3" (int range fa0/1-3) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "switchport mode trunk" untuk mengubah port tersebut menjadi mode trunk
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi pada Switch0 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke switch0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Range fa0/1-3" (int range fa0/1-3) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "channel-group 1 mode active" untuk mengkonfigurasi etherchannel.
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi.
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi pada Switch1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke switch1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Range fa0/1-3" (int range fa0/1-3) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "channel-group 1 mode passive" untuk mengkonfigurasi etherchannel.
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi.
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.
Pengujian

1. Menggunakan 3 port



2. Menggunakan 2 port



3. Menggunakan 1 port



B. HSRP

Menurut Medianty Tobing (2007) Hot Standby Router Protocol (HSRP) adalah sebuah protokol standar CISCO yang menetapkan sebuah router yang secara otomatis mengambil alih jika router yang lain gagal. Dalam HSRP disetting dua status router yaitu aktif dan standby. Router standby baru digunakan jika router aktifnya gagal.

Menurut Faradila Sari (2016) HSRP adalah sebuah protocol redudancy standar cisco yang menetapkan sebuah router yang secara otomatis mengambil alih jika router yang lain gagal. Di dalam HSRP mendefinisikan  dua status router yang router aktif dan router standby. Router standby digunakan sebagai redundancy dari router aktif jika router aktif gagal merouting.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan 

KONFIGURASI


Pertama-tama yaitu buat topologi seperti pada gambar diatas, yaitu:
1 Server-PT, 2 Router ISR4331, 2 Switch 2960-24TT, dan 2 PC-PT, dan 1 Laptop-PT seperti gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router0 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.100.2 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.10.2 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi pada Router0 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router eigrp 10"
  • Ketik perintah "network 192.168.10.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.100.0"
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi.
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.100.3 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.10.3 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi Eigrp route pada Router1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router eigrp 10"
  • Ketik perintah "network 192.168.10.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.100.0"
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi.
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.

Setelah itu masuk ke server, konfigurasi IP address pada server seperti pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi pada Router0 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "ip dhcp pool local"
  • Ketik perintah "network 192.168.100.0 255.255.255.0"
  • Ketik perintah "def 192.168.100.1" (default-route 192.168.100.1)
  • Ketik perintah "dns 192.168.10.30"
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi.
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi dhcp excluded-address pada Router0 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "ip dhcp excluded-address 192.168.100.1"
  • Ketik perintah "ip dhcp excluded-address 192.168.100.2"
  • Ketik perintah "ip dhcp excluded-address 192.168.100.3"
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi.
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.






Selanjutnya konfigurasi IP pada semua Client/PC yang digunakan, IP yang saya gunakan pada PC0 dan 1 adalah sebagai berikut :
PC0 : 192.168.100.4
PC1 : 192.168.100.5
laptop0 : 192.168.100.6


Selanjutnya yaitu konfigurasi standby IP address pada Router0 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "standby 20 ip 192.168.100.1" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan ip.
  • Ketik perintah "standby 20 priority 150" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan memprioritaskan angka yang lebih tinggi secara manual.
  • Ketik perintah "standby 20 preempt" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan memprioritaskan angka yang tertinggi untuk segera menjadi router aktif.
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "standby 10 ip 192.168.100.1" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan ip.
  • Ketik perintah "standby 10 priority 150" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan memprioritaskan angka yang lebih tinggi secara manual.
  • Ketik perintah "standby 10 preempt" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan memprioritaskan angka yang tertinggi untuk segera menjadi router aktif.
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.



Setelah itu cek dengan cara ketik sh run(show run) seperti pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi standby IP address pada Router1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "standby 20 ip 192.168.100.1" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan ip.
  • Ketik perintah "standby 20 priority 150" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan memprioritaskan angka yang lebih tinggi secara manual.
  • Ketik perintah "standby 20 preempt" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan memprioritaskan angka yang tertinggi untuk segera menjadi router aktif.
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "standby 10 ip 192.168.100.1" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan ip.
  • Ketik perintah "standby 10 priority 150" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan memprioritaskan angka yang lebih tinggi secara manual.
  • Ketik perintah "standby 10 preempt" untuk mengkelompokkan dengan memberi nama kelompok dan memprioritaskan angka yang tertinggi untuk segera menjadi router aktif.
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Setelah itu cek dengan cara ketik sh run(show run) seperti pada gambar diatas.


Pengujian




Selanjutnya lakukan pengujian dan mencoba dengan mencabut atau memutus 1 kabel(kabel g0/0/1 dan fa0/1).






DAFTAR PUSTAKA

Donato, Rick. 2024. What is an EtherChannel ?. https://www.fir3net.com/Switches/Cisco/what-is-an-etherchannel.html diakses 19 Oktober 2024 pukul 08:55 WIB

Ahmad, Afroz. 2024. What is an EtherChannel in Networking – The Beginner’s Guide. https://afrozahmad.com/blog/what-is-an-etherchannel-in-networking/ diakses 19 Oktober 2024 pukul 09:33 WIB

Citraweb. 2015. Konfigurasi Dasar Bonding Interface. https://citraweb.com/artikel_lihat.php?id=161 diakses 19 Oktober 2024 pukul 09:49 WIB

Tobing, Medianty. 2007. Analisa Perbandingan Performansi Hot Standby Router Protocol (HSRP) dengan Gateway Load Balancing Protocol (GLBP) pada Topologi Jaringan WAN (Studi Kasus PT TELKOM Kandatel Divre III Bandung). https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/94438/analisa-perbandingan-performansi-hot-standby-router-protocol-hsrp-dengan-gateway-load-balancing-protocol-glbp-pada-topologi-jaringan-wan-studi-kasus-pt-telkom-kandatel-divre-iii-bandung-.html diakses 19 Oktober 2024 pukul 09:54 WIB

Sari, Faradila. 2016. PENGERTIAN HSRP (Hot Standby Redundancy Protocol) https://faradila19.blogspot.com/2016/08/pengertian-hsrp-hot-standby-redundancy.html diakses 19 Oktober 2024 pukul 10:22 WIB



#atswa #atswaindonesia #promaker #promakeratswa #promaker40 #ciscopackettracer #etherchannel #bonding #hsrp

Postingan populer dari blog ini

NF - SISTEM DAN KONVERSI BILANGAN (DESIMAL,BINER,OKTAL DAN HEKSADESIMAL)

C-ACCESS CONTROL LIST (ACL)

C-SWITCHING (VLAN, TRUNKING, ACCESS, INTERVLAN, DAN STP)