C-DINAMIC ROUTING (DEFAULT ROUTE, RIPv2, EIGRP, OSPF, BGP)

C-DINAMIC ROUTING (DEFAULT ROUTE, RIPv2, EIGRP, OSPF, BGP)

oleh : Fariz Sahid Oktavian Al Fitra (promaker 40)

1. DINAMIC ROUTING 

Menurut Amelia Shinta (2022) Routing Dinamis (Dynamic Routing) adalah jenis router yang mampu membuat tabel routing secara otomatis berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung.

Menurut Nurazmi Aprilia (2022) Dynamic Routing atau Routing Dinamis merupakan metode routing yang me-rutekan jalur secara otomatis dengan tabel routing-nya sendiri berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung.

Menurut Hernando Martin (2023) Routing dinamis adalah cara umum yang dilakukan dalam menentukan rute jaringan pada komputer. Metode routing ini memungkinkan router mengirimkan dan menerima informasi mengenai jaringan secara dinamis.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Dynamic Routing atau Routing Dinamis merupakan cara umum yang dilakukan dalam menentukan rute jaringan pada komputer dan metode routing yang me-rutekan jalur secara otomatis dengan tabel routing-nya sendiri berdasarkan lalu lintas jaringan dan router yang terhubung.

IGP

Menurut Wiley Telecom (2014) Protokol gateway interior (IGP) digunakan untuk merutekan lalu lintas dalam setiap jaringan terpisah dari sistem otonom (AS). Ada dua jenis IGP: routing vektor jarak dan routing status tautan.

Menurut Margareth Rouse (2012) Interior Gateway Protocol (IGP) adalah protokol routing kelas dinamis yang digunakan oleh router sistem otonom yang berjalan pada host TCP/IP. IGP mengatasi keterbatasan jaringan Routing Information Protocol (RIP) dan mendukung berbagai metrik perutean, termasuk penundaan, lebar pita, beban, dan keandalan.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan  Interior Gateway Protocol (IGP) adalah protokol routing kelas dinamis yang digunakan untuk merutekan lalu lintas dalam setiap jaringan terpisah dari sistem otonom yang berjalan pada host TCP/IP.

EGP

Menurut Margareth Rouse (2018) Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah protokol routing usang yang digunakan untuk pertukaran data antara host gateway yang berdekatan dalam sistem otonom. EGP sering digunakan oleh lembaga penelitian, universitas, lembaga pemerintah, dan organisasi swasta, tetapi digantikan oleh Border Gateway Protocol (BGP).

Menurut Ali Hasan (2019) Exterior Gateway Protocol (EGP) merupakan protokol yang mengumumkan kepada Autonomous System (AS) yang lain tentang jaringan yang berada dibawahnya. Maka jika sebuah Autonomous System (AS) ingin berhubungan dengan jaringan yang ada dibawahnya maka mereka harus melakukannya sebagai router utama.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah protokol routing usang yang digunakan untuk pertukaran data antara host gateway yang berdekatan dalam sistem otonom, dan ingin berhubungan dengan jaringan yang ada dibawahnya maka mereka harus melakukannya sebagai router utama.

A. DEFAULT ROUTE

Menurut Anggun Risky Sobana (2013) Default route adalah jalur default untuk paket yang mempunyai alamat network tujuan tertentu tapi tidak terdapat di routing table router yang disinggahi. Jika terdapat default route yang di-set pada router tersebut, maka paket tersebut akan mengikuti rute default yang telah ditetapkan, jika tidak ada default route maka paket akan dibuang/discard.

Menurut konoharakureah (2011) Default route adalah sebuah rute yang dianggap cocok dengan semua IP address tujuan. Dengan default route ketika IP address destination(tujuan) dari sebuah paket tidak ditemukan dalam tabel routing, maka router akan menggunakan default route untuk mem-forward paket tersebut.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Default route adalah jalur default untuk paket yang mempunyai alamat network tujuan tertentu tapi tidak terdapat di routing table router yang disinggahi Dengan default route ketika IP address destination(tujuan) dari sebuah paket tidak ditemukan dalam tabel routing, maka router akan menggunakan default route untuk mem-forward paket tersebut.

KONFIGURASI


Pertama-tama yaitu buat topologi seperti pada gambar diatas, yaitu:
2 Router 2911, 2 Switch 2960-24TT, dan 4 PC-PT, seperti gambar diatas.


Selanjutnya konfigurasi IP pada semua Client/PC yang digunakan, IP yang saya gunakan pada PC0-3 adalah sebagai berikut :
PC0 : 192.168.1.2
PC1 : 192.168.1.3
PC2 : 192.168.2.2
PC3 : 192.168.2.3


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Gigabit0/0" (int g0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.50.1 255.255.255.252" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/1" (int g0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya lakukan hal yang sama pada router 2 yaitu dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Gigabit0/0" (int g0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.50.2 255.255.255.252" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/1" (int g0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.2.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.

Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI
  • Ketik perintah "enable" atau bisa juga disingkat "en"
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "IP route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.50.2" ini memiliki arti destinasi manapun menggunakan gateway 192.168.50.2
  • ketik perintah "sh ip route" untuk mengecek
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya lakukan hal yang sama pada router 2 yaitu dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI
  • Ketik perintah "enable" atau bisa juga disingkat "en"
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "IP route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.50.2" ini memiliki arti destinasi manapun menggunakan gateway 192.168.50.2
  • ketik perintah "sh ip route" untuk mengecek
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.
Pengujian

Client 1



Client 2




Client 3



Client 4


B. RIPv2

Menurut Pranav Bhardwaj (2021) RIPv2 adalah singkatan dari hybrid routing protocol versi 2. Ini adalah protokol routing vektor jarak yang didefinisikan dalam RFC 1723 dan memiliki karakteristik protokol routing link-state. 

Menurut Mohammd Idhom dkk (2020) RIPv2 merupakan protokol routing yang dikelompokkan ke dalam dynamic routing protocol. RIP (Routing Information Protocol) versi 2 adalah protokol routing distance vector yang menentukan metric berdasarkan pada jumlah lompatan (hop count) untuk pemilihan jalur.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan RIPv2 merupakan protokol routing yang dikelompokkan ke dalam dynamic routing protocol dan didefinisikan dalam RFC 1723 dan memiliki karakteristik protokol routing link-state, Ini adalah protokol routing tanpa kelas yang berarti melibatkan.

KONFIGURASI


Pertama-tama yaitu buat topologi seperti pada gambar diatas, yaitu:
3 Router ISR4331, 4 Switch 2960-24TT, dan 4 PC-PT, seperti gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface Serial0/1/0" (int se0/1/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.10.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Lakukan konfigurasi pada router1, dengan langkah yang sama dengan router0, tetapi ada tambahan port yaitu serial0/1/1, lebih mudahnya langkahnya seperti gambar diatas :


Lakukan konfigurasi pada router2, dengan langkah yang sama dengan router0, lebih mudahnya langkahnya seperti gambar diatas :


Konfigurasi RIP route pada Router0(router 1) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router rip"
  • Ketik perintah "version 2"
  • Ketik perintah "network 192.168.1.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.10.0"
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router1(router 2) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router rip"
  • Ketik perintah "version 2"
  • Ketik perintah "network 192.168.2.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.3.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.10.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.11.0"
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router2(router 3) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router2 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router rip"
  • Ketik perintah "version 2"
  • Ketik perintah "network 192.168.4.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.11.0"
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.
Terakhir. Lakukan konfigurasi IP address pada semua Client (PC) seperti pada gambar berikut ini :






Pengujian

Client 1



Client 2



Client 3



Client 4


C. EIGRP

Menurut Ihsan (2019) EIGRP (Enhanced Interior Gateway  Routing Protocol) merupakan hasil pengembangan dari  routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing pengembangan dari CISCO. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar.

Menurut Yogi Febrian Wibawa (2020) EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) merupakan hasil pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing pengembangan dari CISCO. Pengembangan itu dihasilkan oleh perubahan dan bermacam-macam tuntutan dalam jaringan Skala jaringan yang besar.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan EIGRP (Enhanced Interior Gateway  Routing Protocol) merupakan hasil pengembangan dari routing ptotokol pendahulunya yaitu IGRP yang keduanya adalah routing pengembangan dari CISCO.

KONFIGURASI


Pertama-tama yaitu buat topologi seperti pada gambar diatas, yaitu:
3 Router ISR4331, 2 Switch 2960-24TT, dan 2 PC-PT, seperti gambar diatas.



Selanjutnya konfigurasi IP pada semua Client/PC yang digunakan, IP yang saya gunakan pada PC0 dan PC1 adalah sebagai berikut :
PC0 : 192.168.1.2
PC1 : 192.168.2.2


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.10.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.10.2 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.11.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router2 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.2.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.11.2 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router0(router 1) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router eigrp 11"
  • Ketik perintah "network 192.168.1.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.10.0"
  • Ketik perintah "no auto-summary"
  • Ketik perintah "ex" atau "exit" 2x
  • Ketik perintah "copy running-config startup-config"
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router1(router 2) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router eigrp 11"
  • Ketik perintah "network 192.168.10.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.11.0"
  • Ketik perintah "no auto-summary"
  • Ketik perintah "ex" atau "exit" 2x
  • Ketik perintah "copy running-config startup-config"
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router2(router 3) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router eigrp 11"
  • Ketik perintah "network 192.168.11.0"
  • Ketik perintah "network 192.168.2.0"
  • Ketik perintah "no auto-summary"
  • Ketik perintah "ex" atau "exit" 2x
  • Ketik perintah "copy running-config startup-config"
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Cara mengecek konfigurasi IP route pada router yaitu dengan mengetik perintah "show IP router" yanga mana di lakukan saat berada di mode privilage. Gambar diatas adalah contoh cek konfigurasi pada router0


Gambar diatas adalah contoh cek konfigurasi pada router1


Gambar diatas adalah contoh cek konfigurasi pada router2

Pengujian


D. OSPF

Menurut Erik Mikac (2024) OSPF (Open Shortest Path First) adalah protokol routing link-state dinamis yang secara efisien bertukar informasi routing dalam sistem otonom, menggunakan algoritma Shortest Path First (SPF) untuk menghitung rute optimal.

Menurut John Burke (2024) Open Shortest Path First (OSPF) adalah protokol routing IP yang menggunakan algoritma matematika untuk menghitung jalur yang paling efisien untuk mengarahkan lalu lintas pada jaringan IP. OSPF adalah standar terbuka dan ditetapkan oleh Internet Engineering Task Force ( IETF ) sebagai salah satu dari beberapa Interior Gateway Protocol (IGP) dalam keluarga protokol TCP/IP.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan

KONFIGURASI


Pertama-tama yaitu buat topologi seperti pada gambar diatas, yaitu:
2 Router ISR4331, 2 Switch 2960-24TT, dan 2 PC-PT, seperti gambar diatas.



Selanjutnya konfigurasi IP pada semua Client/PC yang digunakan, IP yang saya gunakan pada PC0 dan PC1 adalah sebagai berikut :
PC0 : 192.168.1.2
PC1 : 192.168.1.10


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.248" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.1.17 255.255.255.248" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.1.9 255.255.255.248" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/1" (int g0/0/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.1.8255.255.255.248" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router0(router 1) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router ospf 1"
  • Ketik perintah "network 192.168.1.0 0.0.0.7 area 0" 0.0.0.7 merupakan wildcard dari network tersebut
  • Ketik perintah "network 192.168.1.16 0.0.0.7 area 0" 0.0.0.7 merupakan wildcard dari network tersebut
  • Ketik perintah "ex" atau "exit" 
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router1(router 2) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router ospf 1"
  • Ketik perintah "network 192.168.1.8 0.0.0.7 area 0" 0.0.0.7 merupakan wildcard dari network tersebut
  • Ketik perintah "network 192.168.1.16 0.0.0.7 area 0" 0.0.0.7 merupakan wildcard dari network tersebut
  • Ketik perintah "ex" atau "exit"
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.
Pengujian

Client 1


Client 2


E. BGP

Menurut John Burke (2024) BGP (Border Gateway Protocol) adalah protokol yang mengaktifkan sistem perutean internet global. Protokol ini mengatur bagaimana paket-paket dirutekan dari satu jaringan ke jaringan lain dengan cara bertukar perutean dan keterjangkauan di antara router-router tepi.

Menurut Ihsan (2019) Border Gateway Protocol (BGP) merupakan salah satu jenis routing protokol yang digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan salah satu jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel) ataupun perbankan. BGP termasuk dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway Protokol (EGP).

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan BGP atau Border Gateway Protocol adalah sebuah protokol yang mengaktifkan sistem perutean internet global dan salah satu jenis routing protokol yang digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan salah satu jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel) ataupun perbankan.

KONFIGURASI


Pertama-tama yaitu buat topologi seperti pada gambar diatas, yaitu:
3 Router ISR4331, 3 Switch 2960-24TT, dan 3 PC-PT, seperti gambar diatas.


Tambahkan port serial pada setiap router seperti gambar diatas.


Selanjutnya konfigurasi IP pada semua Client/PC yang digunakan, IP yang saya gunakan pada PC0-2 adalah sebagai berikut :
PC0 : 192.168.1.2
PC1 : 192.168.2.2
PC2 : 192.168.3.2


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 1 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface Serial0/1/0" (int se0/1/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.10.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 2 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.1.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface Serial0/1/0" (int se0/1/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.10.2 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface Serial0/1/1" (int se0/1/1) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.11.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Selanjutnya yaitu konfigurasi IP address pada Router 3 dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router2 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "interface gigabitethernet0/0/0" (int g0/0/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.2.1 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Ketik perintah "interface Serial0/1/0" (int se0/1/0) untuk masuk pada interface tersebut.
  • Ketik perintah "IP address 192.168.11.2 255.255.255.0" untuk mengkonfigurasi IP pada port tersebut
  • Ketik perintah "no shut" untuk merubah port tersebut menjadi aktif
  • Ketik perintah "exit" (ex) untuk keluar dari mode interface konfigurasi
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router0(router 1) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router0 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router bgp 10"
  • Ketik perintah "neighbor 192.168.10.2 remote-as 20"
  • Ketik perintah "network 192.168.10.0
  • Ketik perintah "network 192.168.1.0
  • Ketik perintah "ex" atau "exit" 
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router1(router 2) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router1 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router bgp 30"
  • Ketik perintah "neighbor 192.168.11.2 remote-as 30"
  • Ketik perintah "network 192.168.10.0
  • Ketik perintah "network 192.168.1.0
  • Ketik perintah "network 192.168.11.0
  • Ketik perintah "ex" atau "exit" 
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.


Konfigurasi RIP route pada Router2(router 3) dengan cara sebagai berikut:
  • Masuk ke Router2 lalu pilih bagian CLI.
  • Ketik perintah "enable" (disingkat en) untuk masuk ke mode privilage.
  • Ketik perintah "configure terminal" (conf t) untuk masuk mode konfigurasi global.
  • Ketik perintah "router bgp 30"
  • Ketik perintah "neighbor 192.168.11.1 remote-as 20"
  • Ketik perintah "network 192.168.11.0
  • Ketik perintah "network 192.168.3.0
  • Ketik perintah "ex" atau "exit" 
  • Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar diatas.
Pengujian

Client 1



Client 2



Client 3



Distance Vector

Menurut Dwi Setiawan (2023) Distance-Vector Routing adalah salah satu metode dalam dynamic routing yang digunakan dalam jaringan komputer. Dengan prinsip dasar berupa metode perkiraan jarak dan pengiriman tabel routing ke tetangga.

Menurut Muskan Sharma (2024) Routing vektor jarak (DVR) routing yang beroperasi dengan meminta setiap router memelihara tabel (yaitu vektor), memberikan jarak yang paling diketahui ke setiap tujuan dan jalur mana yang digunakan untuk sampai ke sana.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Distance-Vector Routing adalah salah satu metode dalam dynamic routing yang digunakan dalam jaringan komputer dan beroperasi dengan meminta setiap router memelihara tabel (yaitu vektor).

Link State

Menurut Kaihrii Thomas (2024) Dalam routing link state, router menyimpan peta semua link dan statusnya untuk menemukan jalur terpendek ke router lain dalam jaringan.

Menurut Adjie Gery Ramadhan (2024) Link state routing adalah teknik di mana setiap router berbagi pengetahuan tentang lingkungannya dengan setiap router lain di internetwork.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Link state routing adalah teknik di mana setiap router berbagi pengetahuan tentang lingkungannya dengan setiap router lain di internetwork dan router yang menyimpan peta semua link dan statusnya untuk menemukan jalur terpendek ke router lain dalam jaringan

Path Vector

Menurut Karthik Ramasamy (2018) protokol Path Vector adalah protokol yang mana sebuah node menerima jarak serta seluruh jalur menuju tujuan dari tetangganya. 

Menurut Dennis (2019) protokol vektor jalur adalah protokol perutean jaringan yang memelihara informasi jalur yang diperbarui secara dinamis

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan protokol Path Vector adalah perutean jaringan yang memelihara informasi jalur yang diperbarui secara dinamis dan protokol yang mana sebuah node menerima jarak serta seluruh jalur menuju tujuan dari tetangganya.

Kelebihan dan kekurangan setiap protokol

A. Default Routing 

Kelebihan:

konfigurasinya yang cukup simple cukup dengan administrator memasukkan sebuah perintah routing, agar semua route dapat dilewai.

Kekurangan:

Kekurangan dari routing default sendiri adalah terdapa routing yang tidak diperlukan, karena routing tersebut memungkinkan semua router dapat menerima routing yang tidak diperlukan. Hal tersebut dapat meningkatkan penggunaan hardware dan membuat kinerja router menjadi lambat.

B. RIPv2

Kelebihan :
  • Mudah dikonfigurasi
  • Tidak memerlukan design seperti OSPF
  • Tidak kompleks
  • Less overhead
Kekurangan :
  • Utilisasi bandwidth sangat tinggi karena diperlukan untuk broadcast setiap 30 second (RIPv1)
  • Terbatas pada jumlah hop (bukan bandwidth)
  • Tidak scalable, hop count hanya 15
  • Konvergensi rendah

C. EIGRP

Kelebihan :
  • Terdapat backup route jika best route down
  • Mendukung VLSM
  • Mudah dikonfigurasi semudah RIP.
  • Summarization dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Pada OSPF summarization hanya bisa dilakukan di ABR dan ASBR.
  • Kombinasi terbaik dari protokol distance vector dan link state.
Kekurangan :

Kerugian utama EIGRP dalam dunia jaringan adalah kenyataan bahwa EIGRP merupakan hak milik CISCO. Artinya jaringan yang mungkin memiliki merek router selain CISCO tidak akan dapat menjalankan EIGRP

D. OSPF

Kelebihan :
  • Open standard
  • Tidak ada batasan jumlah hop
  • Loop free
  • Konvergensi lebih cepat
Kekurangan :
  • Mengkonsumsi lebih banyak resource CPU
  • Kompleks dalam hal design dan implementasi
  • Hanya mendukung equal load balancing
  • Hanya mendukung protocol IP

E. BGP

Kelebihan :
  • BGP dapat menangani jaringan yang sangat besar dan kompleks.
  • BGP mendukung rute yang berbeda untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga dapat memberikan redundansi dan keandalan jaringan yang lebih tinggi.
  • Fleksibilitas: BGP dapat dikonfigurasi dengan kebijakan yang kompleks dan beragam untuk memilih rute terbaik, termasuk mempertimbangkan biaya, kecepatan, dan kualitas layanan (QoS).
Kekurangan :
  • Kesalahan konfigurasi atau penambahan kebijakan yang salah dapat menyebabkan masalah jaringan yang serius.
  • Ancaman keamanan: masih penyerang untuk melakukan serangan palsu dan mempengaruhi rute di jaringan.
  • Keterlambatan konvergensi: Meskipun BGP terkenal karena konvergensi cepat, dalam beberapa situasi, proses konvergensi mungkin memakan waktu yang lama. Hal ini dapat menyebabkan penundaan dalam pengiriman data dan gangguan jaringan.

F. Path Vector

Kelebihan :
  • dapat menangani jaringan yang sangat besar dan kompleks.
  • BGP mendukung rute yang berbeda untuk mencapai tujuan tertentu, sehingga dapat memberikan redundansi dan keandalan jaringan yang lebih tinggi.
Kekurangan
  • Waktu konvergensi lambat
  • Dukungan terbatas untuk rekayasa lalu lintas

DAFTAR PUSTAKA

Shinta, Amelia. 2022. Perbedaan Routing Statis dan Dinamis: Panduan Lengkap. https://www.dewaweb.com/blog/perbedaan-routing-statis-dan-dinamis/ diakses pada 13 September 2024 pukul 08:28 WIB 

Aprilia, Nurazmi. 2022. Dynamic Routing. https://medium.com/amcc-amikom/dynamic-routing-41f867c32ce2 diakses pada 13 September 2024 pukul 08:35 WIB 

Martin, Hernando. 2023. Routing Dinamis Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Kelebihannya. https://itbox.id/blog/routing-dinamis-adalah/#routing_dynamic diakses pada 13 September 2024 pukul 08:43 WIB 

Rouse, Margareth. 2012. Interior Gateway Protocol. https://www.techopedia.com/definition/26132/interior-gateway-protocol-igp diakses pada 30 September 2024 pukul 08:43 WIB 

Telecom, Wiley. 2014. Interior Gateway Protocols. https://ieeexplore.ieee.org/document/8045208 diakses pada 30 September 2024 pukul 08:47 WIB 

Rouse, Margareth. 2018. Exterior Gateway Protocol. https://www.techopedia.com/definition/6987/exterior-gateway-protocol-egp diakses pada 3 Oktober 2024 pukul 08:47 WIB 

Hasan, Ali. 2019. EGP JARINGAN KOMPUTER ALI HASAN 175100069. https://www.researchgate.net/publication/332826259_EGP_JARINGAN_KOMPUTER_ALI_HASAN_175100069 diakses pada 3 Oktober 2024 pukul 08:47 WIB 

Sobana, Anggun Risky. 2013. Pengertian Default Route, Static Route, dan Summary Route. https://kiekierish.blogspot.com/2013/04/pengertian-default-route-static-route.html diakses pada 3 Oktober 2024 pukul 09:07 WIB 

Konohagakure. 2011. Default Route. https://konoharakureah.wordpress.com/2011/01/20/default-route/ diakses pada 3 Oktober 2024 pukul 09:14 WIB 

Bhardwaj, Pranav. 2021. Routing Information Protocol – Differences between RIPv1 and RIPv2. https://www-tutorialspoint-com.translate.goog/routing-information-protocol-differences-between-ripv1-and-ripv2?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc diakses pada 10 Oktober 2024 pukul 08:14 WIB 

Idhom, Mohammd, dkk. 2020. ANALISA PERFORMANSI ROUTING PROTOKOL RIPV2 PADA JARINGAN VPLShttps://santika.upnjatim.ac.id/submissions/index.php/santika/article/view/23 diakses pada 10 Oktober 2024 pukul 08:42 WIB 

Ihsan. 2019. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol). https://www.santekno.com/eigrp-enhanced-interior-gateway-routing-protocol/ diakses pada 10 Oktober 2024 pukul 08:57 WIB 

Wibawa, Yogi Febrian. 2020. EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) https://medium.com/@yogifebryan.w/eigrp-enhanced-interior-gateway-routing-protocol-19f16abba783 diakses pada 10 Oktober 2024 pukul 09:09 WIB 

Mikac, Erik. 2024. What is OSPF (Open Shortest Path First) Protocol? https://www-cbtnuggets-com.translate.goog/blog/technology/networking/what-is-ospf?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc&_x_tr_hist=true diakses pada 10 Oktober 2024 pukul 09:14 WIB 

Burke, John. 2024. Definition

ihsan. 2019. BGP (Border Gateway Protocol) https://www.santekno.com/bgp-border-gateway-protocol/ diakses pada 10 Oktober 2024 pukul 09:34 WIB 

Muskan Sharma. 2024. Distance Vector Routing Algorithm. https://www.naukri.com/code360/library/distance-vector-GT-algorithm diakses 10 Oktober 2024 pukul 09:42 WIB 

Dwi Setiawan. 2023. Mengenal-Distance-Vector-Routing-Prinsip-dan-Kelebihannya-dalam-Jaringan-Komputer. https://teknik-komputer-d3.stekom.ac.id/informasi/baca/Mengenal-Distance-Vector-Routing-Prinsip-dan-Kelebihannya-dalam-Jaringan-Komputer/ diakses 10 Oktober 2024 pukul 09:49 WIB 

Kaihrii Thomas. 2024. Link State Routing: Understanding Basics, Protocol & Algorithm. https://www.google.com/amp/s/unstop.com/blog/link-state-routing/amp diakses 10 Oktober 2024 pukul 09:51 WIB 

Adjie Gery Ramadhan. 2024. Link State Routing https://dte.telkomuniversity.ac.id/link-state-routing/ diakses 10 Oktober 2024 pukul 09:57 WIB 

Ramasamy, Karthik. 2018. Path Vector Protocol. https://www.sciencedirect.com/topics/computer-science/path-vector-protocol diakses 10 Oktober 2024 pukul 10:21 WIB 

Dennis. 2019. Path Vector Protocol. https://docs.dennisokeeffe.com/protocols/path-vector-protocol diakses 10 Oktober 2024 pukul 10:42 WIB 


#atswa #atswaindonesia #promaker #promakeratswa #promaker40 #ciscopackettracer #dinamicrouting #defaultroute #RIPv2 #EIGRP #OSPF #BGP

Postingan populer dari blog ini

NF - SISTEM DAN KONVERSI BILANGAN (DESIMAL,BINER,OKTAL DAN HEKSADESIMAL)

C-ACCESS CONTROL LIST (ACL)

C-SWITCHING (VLAN, TRUNKING, ACCESS, INTERVLAN, DAN STP)