NF-SUBNETTING IPV6 SESUAI RFC
NF-SUBNETTING IPV6 SESUAI RFC
1. PENGERTIAN SUBNETTING
Menurut Gavin Wright (2023) Subnet, atau subjaringan, adalah bagian tersegmentasi dari jaringan yang lebih besar. Lebih khusus lagi, subnet adalah partisi logis dari jaringan Protokol Internet ( IP ) yang dipecah menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil.
Menurut Shanthan Cheruku (2023) Subnetting adalah konsep dasar dalam jaringan komputer yang melibatkan pembagian jaringan yang lebih besar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola yang dikenal sebagai subnetting.
Menurut Meilina Eka Ayuningtyas (2023) Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Subnetting adalah sebuah konsep jaringan yang melibatkan pembaian jaringan yang lebi besar menjadi jaringan yang lebih kecil yang lebih dikenl dengan subnetting.
2. PENGERTIAN IP ADDRESS VERSI 6
Menurut Mirza M. Haekal (2021) IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah versi IP address yang menggunakan 128 bit. Ia terdiri dari delapan kumpulan angka dan huruf yang masing-masing merupakan representasi desimal 16 angka biner.
Menurut Hassan Rizky Putra Sailellah (2024) IPv6 adalah versi terbaru dari protokol Internet Protocol (IP) yang digunakan untuk mengirimkan data di jaringan komputer. IPv6 dirancang sebagai pengganti Teknologi IPv4, yang telah menjadi standar dominan sejak awal pengembangan internet.
Menurut Faradilla A. (2024) Internet Protocol versi 6 atau IPv6 adalah versi terbaru IP address, yang juga disebut sebagai Internet Protocol Next Generation (IPng). Fungsinya mirip dengan Internet Protocol versi 4 (IPv4), yang menyediakan alamat khusus bagi semua perangkat yang terhubung ke internet. Namun, tidak seperti IPv4, IPv6 menggunakan alamat 128-bit.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan IPV6 (Internet Protocol version 6) adalah versi terbaru yang menggunakan 128 bit dan terdiri dari delapan kumpulan angka dan huruf yang merupakan representasi desimal 16 angka biner, berfungsi menyediakan alamat khusus bagi semua perangkat yang terhubung ke internet.
3. SUBNETTING IP ADDRESS VERSI 6
- Notasi Hex IPv6: Ini prefix IPv6 yang kita pakai untuk contoh.
- Nomor Hex: Nomor kolom karakter heksadesimal.
- Jumlah bit: Panjang bit di kolom hex ke sekian. Misal hex 2001, karena 2001 ada 4 kolom, panjang bit nya adalah 16, di notasi biner ditulis seperti ini 0010 0000 0000 0001. Paham? Jadi hex ke biner nya seperti ini 2=0010, 0=0000, 0=0000, 1=0001, satu hex sama dengan 4 bit biner.
- Network: di contoh ini 2001:db8::/32 Ini network besarnya, artinya /32, bit dari 33 sampai 128 punya kita dan bisa diatur semau kita, sedangkan bit 1 sampai bit 32 bukan punya kita dan tidak bisa kita rubah.
- Sub network atau subnet: subnet ini cabang dari network. Di contoh ini /34
- Kelipatan subnet (z). z ini dipakai untuk menghitung subnet selanjutnya. Di contoh, /32 dibagi ke /34 dan hasilnya ada 4 subnet /34. Jadi untuk mengetahui subnet /34 pertama, /34 ke dua, ke tiga, dan ke empat, caranya nomor kolom (x) ditambah kelipatan subnet (z) sama dengan subnet berikutnya.
- x nomor kolom. /34 ada di kolom 9.
- y atau jumlah subnet = 4. 2 ^ 34-32 = 2 ^ 2 = 4.
- z kelipatan. /34 ada di nomor bit ke 2, jadi z = 4.
- Jadi, tambahkan nomor kolom x (9) dengan kelipatan z (4) sampai jumlah subnet y sama dengan 4.
- x nomor kolom. /36 ada di kolom 9.
- y atau jumlah subnet = 16. 2 ^ 36-32 = 2 ^ 4 = 16.
- z kelipatan. /36 ada di nomor bit ke 4, jadi z = 1.
- Jadi, tambahkan nomor kolom x dengan kelipatan z sampai jumlah subnet y sama dengan 16.
- x nomor kolom. /36 ada di kolom 9.
- y atau jumlah subnet = 4. 2 ^ 36-34 = 2 ^ 2 = 4.
- z kelipatan. /36 ada di nomor bit ke 4, jadi z = 1.



