NF-SUBNETTING IPV6 SESUAI RFC

NF-SUBNETTING IPV6 SESUAI RFC

oleh : Fariz Sahid Oktavian Al Fitra (promaker 40)

1. PENGERTIAN SUBNETTING

Menurut Gavin Wright (2023) Subnet, atau subjaringan, adalah bagian tersegmentasi dari jaringan yang lebih besar. Lebih khusus lagi, subnet adalah partisi logis dari jaringan Protokol Internet ( IP ) yang dipecah menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil.

Menurut Shanthan Cheruku (2023) Subnetting adalah konsep dasar dalam jaringan komputer yang melibatkan pembagian jaringan yang lebih besar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola yang dikenal sebagai subnetting.

Menurut Meilina Eka Ayuningtyas (2023) Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Subnetting adalah sebuah konsep jaringan yang melibatkan pembaian jaringan yang lebi besar menjadi jaringan yang lebih kecil yang lebih dikenl dengan subnetting.

2. PENGERTIAN IP ADDRESS VERSI 6

Menurut Mirza M. Haekal (2021) IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah versi IP address yang menggunakan 128 bit. Ia terdiri dari delapan kumpulan angka dan huruf yang masing-masing merupakan representasi desimal 16 angka biner.

Menurut Hassan Rizky Putra Sailellah (2024) IPv6 adalah versi terbaru dari protokol Internet Protocol (IP) yang digunakan untuk mengirimkan data di jaringan komputer. IPv6 dirancang sebagai pengganti Teknologi IPv4, yang telah menjadi standar dominan sejak awal pengembangan internet.

Menurut Faradilla A. (2024) Internet Protocol versi 6 atau IPv6 adalah versi terbaru IP address, yang juga disebut sebagai Internet Protocol Next Generation (IPng). Fungsinya mirip dengan Internet Protocol versi 4 (IPv4), yang menyediakan alamat khusus bagi semua perangkat yang terhubung ke internet. Namun, tidak seperti IPv4, IPv6 menggunakan alamat 128-bit.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan IPV6 (Internet Protocol version 6) adalah versi terbaru yang menggunakan 128 bit dan terdiri dari delapan kumpulan angka dan huruf yang merupakan representasi desimal 16 angka biner, berfungsi menyediakan alamat khusus bagi semua perangkat yang terhubung ke internet.

3. SUBNETTING IP ADDRESS VERSI 6

Saya rasa kita punya masalah yang sama kalau berurusan sama IPv6, bilangan hex. Kita, atau paling tidak saya terbiasa pakai desimal, heksadesimal kelihatannya asing dan sulit.

Tapi sesuai judulnya, subnetting IPv6 bisa lebih mudah dari IPv4. Bagaimana bisa?

Karena penulisannya pakai hex, itu yang bikin gampang. Iya, jadi hex itu malah mempermudah, karena subnetting itu tidak lepas dari bit bilangan biner, sedangkan satu karakter heksadesimal sama dengan 4 bit biner.

Saya ulangi lagi, Satu karakter heksadesimal sama dengan 4 bit biner

Contoh biner 11111111 kalau di desimal ditulis 255 tapi di hex ditulis ff atau 0xff

Dengan gambar mungkin anda bisa lebih memahaminya.


Kita pakai prefix 2002:db8:abcd:dead::/64 di contoh ini. Prefix ini, 2001:db8::/32 memang dikhususkan untuk dokumentasi, tutorial, dsb. [3]

Keterangan gambar di bawah:
  • Notasi Hex IPv6: Ini prefix IPv6 yang kita pakai untuk contoh.
  • Nomor Hex: Nomor kolom karakter heksadesimal.
  • Jumlah bit: Panjang bit di kolom hex ke sekian. Misal hex 2001, karena 2001 ada 4 kolom, panjang bit nya adalah 16, di notasi biner ditulis seperti ini 0010 0000 0000 0001. Paham? Jadi hex ke biner nya seperti ini 2=0010, 0=0000, 0=0000, 1=0001, satu hex sama dengan 4 bit biner.

Kalau sudah bisa dipahami, kita ambil contoh.
Network 2001:db8::/32, bagi ke jaringan kecil /34.
Dari sini ada beberapa istilah di bawah:
  • Network: di contoh ini 2001:db8::/32 Ini network besarnya, artinya /32, bit dari 33 sampai 128 punya kita dan bisa diatur semau kita, sedangkan bit 1 sampai bit 32 bukan punya kita dan tidak bisa kita rubah.
  • Sub network atau subnet: subnet ini cabang dari network. Di contoh ini /34
Lebih jelasnya seperti gambar di bawah:


Nah pertanyaan di subnetting kan biasanya, berapa jumlah subnet, apa saja subnet-nya, berapa jumlah host, dsb.

Baik, saya perkenalkan variabel lagi:

Jumlah subnet (y): kita sebut saya jumlah subnet dengan y. Cara menghitungnya, 2 ^ (subnet - network). Di contoh ini network /32 dibagi ke subnet /34. Jadi 2 ^ 34-32 = 2 ^ 2 = 4.
Lihat lagi gambar di atas, network /32 kalau dibagi ke /34, jadinya 4 subnet /34. Jadi y = 4.

Jumlah host dalam subnet: Gampang, 2 ^ 128 - subnet. Di contoh berarti 2 ^ 128-34 = 2 ^ 94. Silakan dihitung berapa hasil 2 pangkat 94.

Alamat subnet: Ini yang agak tricky. Untuk menghitung alamat subnetnya, kita perlu beberapa variabel.
- Nomor kolom hex (x). Kembali ke gambar pertama, x ini nomor kolom di bit subnet. Di contoh ini bit subnet 34, jadi x atau nomor kolom di kolom 9.
Kenapa nomor 9? karena, ingat lagi satu hex = 4 bit biner, dan kolom nomor 9 ada 4 bit dari bit ke 33 sampai 36.



  • Kelipatan subnet (z). z ini dipakai untuk menghitung subnet selanjutnya. Di contoh, /32 dibagi ke /34 dan hasilnya ada 4 subnet /34. Jadi untuk mengetahui subnet /34 pertama, /34 ke dua, ke tiga, dan ke empat, caranya nomor kolom (x) ditambah kelipatan subnet (z) sama dengan subnet berikutnya.



Perhatikan gambar di atas, jadi setiap kolom ada 4 bit, dan bit ini diberi nomor 1 sampai 4. Kalau bit subnet ada di nomor bit 1, maka kelipatan subnet berikutnya dengan menambahkan 8, z = 8, kalau di nomor 2, maka z = 4, nomor 3 z = 2 dan kalau di nomor 4 maka z = 1.
Jadi untuk menghitung subnet berikutnya nomor kolom (x) ditambah (z).

Di contoh ini, network 2001:db8::/32 dibagi ke subnet /34, kita bisa terapkan perhitungannya.
  • x nomor kolom. /34 ada di kolom 9.
  • y atau jumlah subnet = 4. 2 ^ 34-32 = 2 ^ 2 = 4.
  • z kelipatan. /34 ada di nomor bit ke 2, jadi z = 4.
  • Jadi, tambahkan nomor kolom x (9) dengan kelipatan z (4) sampai jumlah subnet y sama dengan 4.
2001:0db8::/32
- 1. 2001:0db8:0000::/34 atau bisa ditulis 2001:db8::/34
- 2. 2001:0db8:4000::/34
- 3. 2001:0db8:8000::/34
- 4. 2001:0db8:c000::/34


Kita lanjut dengan contoh lain.

Contoh 1.
Diberikan network 2001:db8::/32, subnetting ke jaringan kecil /36. Berapa jumlah subnet, dan apa saja networknya?
  • x nomor kolom. /36 ada di kolom 9.
  • y atau jumlah subnet = 16. 2 ^ 36-32 = 2 ^ 4 = 16.
  • z kelipatan. /36 ada di nomor bit ke 4, jadi z = 1.
  • Jadi, tambahkan nomor kolom x dengan kelipatan z sampai jumlah subnet y sama dengan 16.
Hitung dari kiri ke kanan, karakter ke 9 heksadesimal kita tambahkan dengan 1. Ulangi terus sampai jumlah subnet, atau y = 16.

========================
y    subnet
========================
1    2001:0db8:0000::/36 atau bisa ditulis 2001:db8::/36
2    2001:0db8:1000::/36
3    2001:0db8:2000::/36
4    2001:0db8:3000::/36
5    2001:0db8:4000::/36
6    2001:0db8:5000::/36
7    2001:0db8:6000::/36
8    2001:0db8:7000::/36
9    2001:0db8:8000::/36
10   2001:0db8:9000::/36
11   2001:0db8:a000::/36
12   2001:0db8:b000::/36
13   2001:0db8:c000::/36
14   2001:0db8:d000::/36
15   2001:0db8:e000::/36
16   2001:0db8:f000::/36


Contoh 2.
Dari network 2001:db8:c000::/34, bagi ke dalam 3 jaringan kecil.

Bisa kah?
Tidak bisa, kita pelu ingat bahwa y, atau jumlah subnet adalah pangkat 2. Yaitu 1, 2, 4, 8, 16, 32, 64, dan seterusnya. Jadi membagi jaringan kedalam 3 jaringan kecil itu tidak bisa. Bisanya, kita ambil yang mendekati tapi tidak lebih kecil. Yang mendekati 3 tapi tidak lebih kecil dari 3 adalah 4, atau 22.

Jadi, kita akan bagi 2001:db8:c000::/34 kedalam 4 subnet kecil, atau y = 4.

network = 34
subnet  = tidak diketahui
y       = 4

Kita cari subnet dengan sedikit aljabar.

            y  = 2 ^ subnet - network
            4  = 2 ^ subnet - 34
 (subnet - 34) = akar 4
 (subnet - 34) = 2
        subnet = 34 + 2
        subnet = 36

Jadi,
 network = 34
 subnet  = 36
       y = 4
  • x nomor kolom. /36 ada di kolom 9.
  • y atau jumlah subnet = 4. 2 ^ 36-34 = 2 ^ 2 = 4.
  • z kelipatan. /36 ada di nomor bit ke 4, jadi z = 1.
Hitung dari kiri ke kanan, x atau karakter ke 9 heksadesimal kita tambahkan dengan 1, karena z = 1. Ulangi terus sampai y = 4.

======================
y   subnet
======================
1   2001:0db8:c000::/36 atau bisa ditulis 2001:db8:c000::/36
2   2001:0db8:d000::/36
3   2001:0db8:e000::/36
4   2001:0db8:f000::/36

Contoh 3.
Di dalam network 2001:db8:e000::/36, berapa jumlah host yang ada di network tersebut, berapa alamat ip host pertama dan berapa alamat ip host terakhir?
Karena IPv6 sepanjang 128 bit, maka jumlah host untuk /36 adalah:

2 ^ 128-36
2 ^ 92
4.951.760.157.000.000.000.000.000.000
Saya tidak tahu bagaimana menyebut angka diatas.

Dalam network 2001:db8:e000::/36, host awal dan terakhir sbb:

host pertama  : 2001:db8:e000:0000:0000:0000:0000:0001 atau bisa ditulis 2001:db8::1
host terakhir : 2001:db8:efff:ffff:ffff:ffff:ffff:ffff
Mengapa host terakhir 2001:db8:efff:ffff:ffff:ffff:ffff:ffff?
Karena alamat ini kalau ditambahkan 1 sudah masuk subnet /36 berikutnya yang alamat subnetnya 2002:db8:f000::/36, dan alamat host terakhir ini bukan alamat broadcast karena tidak ada broadcast di IPv6.

Contoh terakhir, contoh ke 4.
Bagi network 2001:db8:e000::/36 ke subnet /41.

Silahkan dihitung, kemudian bandingkan hasilnya dengan yang di bawah.

=======================
y   Subnet
=======================
1   2001:0db8:e000::/41
2   2001:0db8:e080::/41
3   2001:0db8:e100::/41
4   2001:0db8:e180::/41
5   2001:0db8:e200::/41
6   2001:0db8:e280::/41
7   2001:0db8:e300::/41
8   2001:0db8:e380::/41
9   2001:0db8:e400::/41
10  2001:0db8:e480::/41
11  2001:0db8:e500::/41
12  2001:0db8:e580::/41
13  2001:0db8:e600::/41
14  2001:0db8:e680::/41
15  2001:0db8:e700::/41
16  2001:0db8:e780::/41
17  2001:0db8:e800::/41
18  2001:0db8:e880::/41
19  2001:0db8:e900::/41
20  2001:0db8:e980::/41
21  2001:0db8:ea00::/41
22  2001:0db8:ea80::/41
23  2001:0db8:eb00::/41
24  2001:0db8:eb80::/41
25  2001:0db8:ec00::/41
26  2001:0db8:ec80::/41
27  2001:0db8:ed00::/41
28  2001:0db8:ed80::/41
29  2001:0db8:ee00::/41
30  2001:0db8:ee80::/41
31  2001:0db8:ef00::/41
32  2001:0db8:ef80::/41

DAFTAR PUSTAKA

Wright, Gavin. 2023. subnet (subnetwork). https://www.techtarget.com/searchnetworking/definition/subnet diakses pada 01 Agustus 2024 pukul 08:17 WIB

Cheruku, Shanthan. 2023. Understanding Subnetting in Computer Networks. https://www.linkedin.com/pulse/understanding-subnetting-computer-networks-shanthan-cheruku-oo7jf diakses pada 01 Agustus 2024 pukul 08:23 WIB

Ayuningtyas, Meilina Eka. 2023. Subnetting : Kenali Pengertian, Mekanisme serta Fungsinya. https://it.telkomuniversity.ac.id/subnetting-kenali-pengertian-mekanisme-serta-fungsinya/ diakses pada 01 Agustus 2024 pukul 08:31 WIB

Haekal, Mirza M. 2021. Apa Itu IPv6? Pengertian, Kelebihan, dan Contohnya [Terbaru]. https://www.niagahoster.co.id/blog/ipv6-adalah/ diakses pada 01 Agustus 2024 pukul 18:21 WIB

Sailellah, Hassan Rizky Putra. 2024. Teknologi IPv6 dan Fungsinya dalam Jaringan Komputer. https://it.telkomuniversity.ac.id/ipv6-adalah/ diakses pada 16 Juli 2024 pukul 18:28 WIB

A, Faradilla. 2024. Perbedaan IPv4 dan IPv6 serta Fungsi dan Contohnya. https://www.hostinger.co.id/tutorial/perbedaan-ipv4-dan-ipv6  diakses pada 01 Agustus 2024 pukul 18:49 WIB

Setiawan, Dhani. 2017. Subnetting IPv6 bisa semudah IPv4, bahkan lebih mudah. https://devnull.web.id/networking/subnetting-ipv6-mudah.html diakses pada 02 Agustus 2024 pukul 18:28 WIB


#atswa #atswaindonesia #promaker #promakeratswa #promaker40 #subnettingipv6 #RFC

Postingan populer dari blog ini

NF - SISTEM DAN KONVERSI BILANGAN (DESIMAL,BINER,OKTAL DAN HEKSADESIMAL)

C-ACCESS CONTROL LIST (ACL)

C-SWITCHING (VLAN, TRUNKING, ACCESS, INTERVLAN, DAN STP)