NF-SUBNETTING IPV4 METODE VARIABLE LENGTH SUBNET MASK (VLSM) SESUAI RFC
NF-SUBNETTING IPV4 METODE VARIABLE LENGTH SUBNET MASK (VLSM) SESUAI RFC
1. PENGERTIAN SUBNETTING
Menurut Gavin Wright (2023) Subnet, atau subjaringan, adalah bagian tersegmentasi dari jaringan yang lebih besar. Lebih khusus lagi, subnet adalah partisi logis dari jaringan Protokol Internet ( IP ) yang dipecah menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil.
Menurut Shanthan Cheruku (2023) Subnetting adalah konsep dasar dalam jaringan komputer yang melibatkan pembagian jaringan yang lebih besar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola yang dikenal sebagai subnetting.
Menurut Meilina Eka Ayuningtyas (2023) Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Subnetting adalah sebuah konsep jaringan yang melibatkan pembaian jaringan yang lebi besar menjadi jaringan yang lebih kecil yang lebih dikenl dengan subnetting.
2. PENGERTIAN IP ADDRESS VERSI 4
Menurut Hassan Rizky Putra S (2024) IPv4 (Internet Protocol version 4) adalah versi keempat dari protokol Internet (IP) yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengirimkan paket data melalui jaringan komputer. metode internetworking berbasis standar di Internet dan jaringan packet-switched lainnya.
Menurut Nadya Nafisah (2024) IPv4 adalah versi keempat dari IP address yang memiliki satuan 32 bit. IP ini disusun dari empat angka yang dipisahkan dengan titik. Pada satu baris, biasanya terdiri dari delapan oktet atau angka biner. Alamat IP versi ini biasanya memiliki rentang nilai dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan IPV4 adalah versi keempat dari IP address yang memiliki satuan 32 bit dan IP ini disusun dari empat angka yang dipisahkan dengan titik, yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengirimkan paket data melalui jaringan komputer.
3. PENGERTIAN VARIABLE LENGTH SUBNET MASK (VLSM)
Menurut Angga Indra Adi Pradana (2022) VLSM (Variable Length Subnet Mask) adalah metode subnetting di mana ukuran mask subnet berbeda-beda untuk setiap subnet karena tergantung kebutuhan jumlah host pada masing-masing subnet tersebut.
Menurut Amakiri Welekwe (2024) VLSM adalah strategi desain subnet yang memungkinkan semua subnet mask memiliki ukuran variabel. Dalam subnetting VLSM, administrator jaringan dapat membagi ruang alamat IP menjadi subnet dengan ukuran berbeda, dan mengalokasikannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing pada suatu jaringan.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan VLSM atau Variable Length Subnet Mask adalah metode subnetting dimana ukuran mask subnet berbeda-beda dan dan mengalokasikannya sesuai dengan kebutuhan masing-masing pada suatu jaringan.
4. Langkah-Langkah Subnetting Menggunakan Metode VLSM
Sebelum itu subnetting adalah teknik yang digunakan untuk memecahkan jaringan menjadi beberapa subjaringan yang lebih kecil. Teknik subnetting biasanya digunakan untuk memudahkan pengelola jaringan, seperti sistem dan network administrator dalam bekerja.
Menurut buku Pemrograman Jaringan dengan JAVA karangan Ach. Khozaimi, S.Kom., M.Kom., subnetting adalah proses untuk memecahkan atau membagi sebuah network menjadi beberapa network yang lebih kecil.
Karena pada dasarnya seorang admin jaringan tidak mutlak hanya berkutat dengan server-server beserta konfigurasinya saja, tapi dia juga harus bisa bermain-main dengan layer bawah dari OSI layer. Dalam realitanya admin jaringan pasti akan berhadapan dengan permasalahan topology jaringan.
130.20.0.0/20 Kita hitung jumlah subnet dahulu menggunakan CIDR, dan didapat: 11111111.11111111.11110000.00000000 = /20 Jumlah angka binary 1 pada 2 oktat terakhir subnet adalah 4 maka: Jumlah subnet = (2^x) = 2^4 = 16 Maka blok tiap subnetnya adalah:
