NF-SUBNETTING IPV4 METODE CLASSLESS INTER-DOMAIN ROUTING (CIDR) SESUAI RFC

NF-SUBNETTING IPV4 METODE CLASSLESS INTER-DOMAIN ROUTING (CIDR) SESUAI RFC

oleh : Fariz Sahid Oktavian Al Fitra (promaker 40)

1. PENGERTIAN SUBNETTING 

Menurut Gavin Wright (2023) Subnet, atau subjaringan, adalah bagian tersegmentasi dari jaringan yang lebih besar. Lebih khusus lagi, subnet adalah partisi logis dari jaringan Protokol Internet ( IP ) yang dipecah menjadi beberapa segmen jaringan yang lebih kecil.

Menurut Shanthan Cheruku (2023) Subnetting adalah konsep dasar dalam jaringan komputer yang melibatkan pembagian jaringan yang lebih besar menjadi segmen-segmen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola yang dikenal sebagai subnetting.

Menurut Meilina Eka Ayuningtyas (2023) Sub-jaringan, atau subnetting adalah pembagian dari IP jaringan. Praktik membagi jaringan menjadi dua atau lebih jaringan disebut subnetting. Semua komputer yang termasuk dalam sebuah subnet dialamatkan dengan bit-group umum, identik, dan paling signifikan dalam alamat IP mereka.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Subnetting adalah sebuah konsep jaringan yang melibatkan pembaian jaringan yang lebi besar menjadi jaringan yang lebih kecil yang lebih dikenl dengan subnetting.

2. PENGERTIAN CLASSLESS INTER-DOMAIN ROUTING (CIDR)

Menurut Farhan Bankscrew (2018) (disingkat menjadi CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting.

Menurut Hossein Ashtari (2023) Classless Inter-Domain Routing (CIDR) adalah metode yang digunakan untuk menggabungkan sejumlah rentang alamat IP ke dalam satu rute atau jaringan. Dikenal juga sebagai supernetting, metode ini dapat mengurangi ukuran tabel routing dan menyediakan lebih banyak alamat IP dalam jaringan perusahaan.

Menurut Zaenal Kholis (2024) Classless Inter-Domain Routing (CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E. Disebut juga sebagai supernetting. CIDR merupakan mekanisme routing dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan Classless Inter-Domain Routing (CIDR) adalah sebuah cara alternatif yang digunakan untuk mengklasifikasi alamat-alamat IP ke dalam satu rute atau jaringan, dan juga biasa disebut dengan supernetting.

3. PERHITUNGAN SUBNETTING MENGGUNAKAN KONSEP CIDR

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

-SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan: Pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet    terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet    terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 2²= 4 subnet

2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan    dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi    jumlah host per subnet adalah 2⁶ – 2 = 62 host

3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64.    Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi       subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.





-Menghitung Subnet Kelas B
Untuk kelas B ada 2 teknik yang digunakan dalam perhitungan. Untuk subnetmask /17 sampai /24, perhitungannya sama persis dengan kelas C, tetapi pada kelas B terletak pada octet ke 3 saja yang digunakan. Sedangkan untuk subnetmask /25 sampai /30 perhitungannya yaitu pada octet ke 3 dan 4.

Misal diketahui suatu IP 172.16.0.0/25. Berarti subnetmasknya /25 yaitu 255.255.255.128, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.10000000.

Jumlah Subnet = 2⁹ = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2⁷ – 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi Blok Subnet seluruhnya adalah (0, 128)
Tabelnya menjadi :




-Menghitung Subnet Kelas A
Pada kelas A perhitungan dilakukan pada octet ke 2, 3 dan 4.

Misal diketahui suatu IP 10.0.0.0/16. Berarti subnetmasknya /16 yaitu 255.255.0.0, jika diubah ke dalam bilangan biner menjadi 11111111.11111111.00000000.00000000.

Jumlah Subnet = 2⁸ = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2¹⁶ – 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi Blok Subnet seluruhnya : 0,1,2,3,4, dst.
Tabelnya menjadi :




DAFTAR PUSTAKA

Wright, Gavin. 2023. subnet (subnetwork). https://www.techtarget.com/searchnetworking/definition/subnet diakses pada 18 Juli 2024 pukul 08:13 WIB

Cheruku, Shanthan. 2023. Understanding Subnetting in Computer Networks. https://www.linkedin.com/pulse/understanding-subnetting-computer-networks-shanthan-cheruku-oo7jf diakses pada 18 Juli 2024 pukul 08:26 WIB

Ayuningtyas, Meilina Eka. 2023. Subnetting : Kenali Pengertian, Mekanisme serta Fungsinya. https://it.telkomuniversity.ac.id/subnetting-kenali-pengertian-mekanisme-serta-fungsinya/ diakses pada 18 Juli 2024 pukul 08:31 WIB

Bankscrew, Farhan. 2018. Pengertian Classfull, Classless, CIDR, VLSM, NAT. https://hansbx.blogspot.com/2018/07/pengertian-classfull-dan-classless.html  diakses pada 18 Juli 2024 pukul 08:37 WIB

Ashtari, Hossein. 2023. What Is Classless Inter-Domain Routing (CIDR)? Meaning, Working, Advantages, and Disadvantages. https://www.spiceworks.com/tech/networking/articles/what-is-classless-inter-domain-routing/ diakses pada 18 Juli 2024 pukul 08:46 WIB

Kholis, Zaenal. 2024pengertian cidr. https://www.academia.edu/23241186/pengertian_cidr diakses pada 18 Juli 2024 pukul 08:53 WIB

Alam. 2011. Perhitungan Subnetting Menggunakan Konsep CIDR. https://wahyualamsyah.wordpress.com/2011/04/11/perhitungan-subnetting-menggunakan-konsep-cidr/ diakses pada 18 Juli 2024 pukul 09:16 WIB

Agustinayosi. 2013. Menghitung Subnetting (CIDR dan VLSM). https://agustinayosicicilia.wordpress.com/2013/10/23/menghitung-subnetting-cidr-dan-vlsm/ diakses pada 18 Juli 2024 pukul 09:16 WIB


#atswa #atswaindonesia #promaker #promakeratswa #promaker40 #subnetting #ipaddressversi4 #CIDR #RFC

Postingan populer dari blog ini

NF - SISTEM DAN KONVERSI BILANGAN (DESIMAL,BINER,OKTAL DAN HEKSADESIMAL)

C-ACCESS CONTROL LIST (ACL)

C-SWITCHING (VLAN, TRUNKING, ACCESS, INTERVLAN, DAN STP)